Published on

Technology

AR dan mobile payment jadi pasangan serasi, mengapa demikian?

Widyanto Gunadi

augmented_reality.jpg

Kecanggihan teknologi semakin dirasakan masyarakat manfaatnya. Dengan berbagai sentuhan teknologi, Anda akan menikmati kemudahaannya dengan instan. Salah satu perkembangan terbaru adalah penyederhanaan proses jual beli dan pembayaran dari e-commerce dan teknologi seluler. Pelanggan dapat membeli apa saja dan di mana pun hanya dengan menggunakan sentuhan.

 

Lalu, seperti apa penyederhaan tersebut? Teknologi seperti apakah yang mampu membuat Anda terkesima karena kemudahan pembayaran e-commerce? Teknologi tersebut adalah augmented reality (AR). Teknologi mobile, kacamata dan perangkat kepala dengan AR dapat diintegrasikan dalam transaksi untuk memudahkan penjual dan pembeli. Founder West Realty Advisors James Painde dikutip Inc mengatakan, ada beberapa hal yang membuat AR dan mobile payment cocok satu sama lain.

 

Menyederhanakan sistem belanja

Faktor pertama yang membuat AR dan mobile payment cocok adalah kemampuan keduanya menyederhanakan sistem belanja. Bayangkan saja, pembeli dapat menjumpai cara yang lebih sederhana dari proses pembelian sebelumnya, bahkan menghemat waktu dan melakukan pembelian dengan mudah melalui AR. Sebagai contoh, MasterCard yang telah mengimplementasikan AR ke dalam pembayaran seluler, melalui kacamata AR-nya.

Jadi, pengguna tak perlu lagi bersusah payah melakukan verifikasi yang rumit. Kacamata AR ini membantu pengguna melakukan verifikasi identitas hanya dengan melakukan pemindaian selaput pelangi mata (iris) untuk menyelesaikan pembayaran tanpa perlu memasukkan kode yang diterima melalui SMS dari pihak bank maupun penyedia layanan kartu kredit.

 

Integrasi fasilitas ritel
 

Selain menyederhanakan sistem belanja, AR dan mobile payment berguna bagi transaksi ritel. Penjual saat ini dapat mengintegrasikan seluruh fasilitas transaksi ritel yang ada, termasuk metode pembayaran, ke dalam satu platform maupun perangkat tertentu. Salah satu contohnya adalah kios berteknologi AR milik Lego. Pengguna hanya perlu memindai kotak Lego pada alat yang disediakan, maka gambaran 3D dari hasil akhir Lego tersebut akan muncul di layar perangkat.
 

Matriks e-commerce yang lebih baik
 

Keserasian AR dan mobile payment selanjutnya dapat terlihat pada matriks e-commerce yang lebih baik. Implementasi teknologi AR ke dalam pembayaran seluler juga akan meningkatkan tingkat kunjungan kembali pelanggan dan matriks ukuran yang digunakan dalam bidang e-commerce lainnya.

 

Alibaba bahkan mengatakan, interaksi pembeli dengan teknologi AR dapat meningkatkan conversion rate lho. Ini dikarenakan pembeli akan merasa lebih banyak berinvestasi saat melakukan pembelian.


Bagaimana menurut Anda? Faktor keserasian AR dan mobile payment tersebut tentu memberikan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat. Apakah Anda juga salah satu pegiat startup bidang e-commerce yang antusias karena teknologi yang satu ini?

Rekomendasi bacaan:

 

Sumber:
digination.id
inc.com

Tags

Share

Artikel Terkait

Depositphotos_41725103_s-2015.jpg

Technology

Potensi Pertumbuhan E-commerce di Asia Tenggara

Maria Yuniar

10 January 2022
3 min read
investment.png

startup

Investasi Grab menyasar Toyota, Hyundai, dan Alibaba

Maria Yuniar

08 April 2021
5 min read
e-commerce.png

startup

Begini tantangan e-commerce di Indonesia

Maria Yuniar

07 June 2020
0 min read

Terpopuler Bulan Ini

01

10 Contoh deskripsi diri sendiri yang profesional dan menarik HRD

Maria Tri Handayani

23 September 2021
6 min read
02

Tips menyampaikan kata-kata perpisahan kerja yang berkesan

Maria Tri Handayani

23 September 2021
5 min read
03

6 Cara membalas email panggilan interview dan contohnya

Maria Tri Handayani

23 September 2021
6 min read
04

12 Jenis strategi pemasaran yang paling efektif beserta contohnya

Tsalis Annisa

09 November 2021
5 min read
05

Jawaban interview "ceritakan tentang diri Anda” yang tepat

Maria Tri Handayani

01 December 2021
3 min read