Published on

Expert's Corner

Desainer grafis: Tanggung jawab, skill-set, dan proyeksi karier 2021

Anisa Sekarningrum

H1_Desainer_Grafis.jpg

Di era media sosial yang luas saat ini, peran Desainer Grafis amat dibutuhkan, baik dalam urusan kampanye sosial hingga komersial. Desainer Grafis diperlukan hampir di setiap lini organisasi, baik pemerintahan maupun swasta, dan profit maupun non-profit. Beberapa dari kita mungkin memiliki keahlian Desainer Grafis meski tidak mengambil kuliah atau pendidikan formal di bidang terkait. 

Untuk menjadi seorang desainer grafis ternyata tidak melulu harus kuliah jurusan DKV atau sejenisnya. Contohnya saja desainer EKRUT yang ternyata bukanlah seseorang yang memiliki latar belakang kuliah desain, begitu juga dengan ‘sesepuhnya’ di dunia desain.

Nah, tentunya kamu juga ingin tahu tentang bagaimana sih tanggung jawab dan proyeksi karier Desainer Grafis ini di tahun 2021? Mari simak ulasan berikut ini untuk lebih memahami tentang apa dan bagaimana Desainer Grafis bekerja.

Baca juga: 10 Software Desain Grafis 2021 yang gratis dan berbayar

Apa itu Desainer Grafis?

Apa itu Desainer Grafis?
Desainer Grafis merupakan seseorang yang melakukan praktik seni dengan konten visual (Sumber: Pexels)

Menurut American Institute of Graphic Arts (AIGA) yang dilansir Rasmussen, dijelaskan bahwa Desainer Grafis adalah orang yang melakukan praktik seni dengan perencanaan atau proyeksi ide dan pengalaman melalui konten visual dan tekstual. Desainer grafis umumnya mengomunikasikan ide atau pesan tertentu secara visual. Konten visual yang dibuat oleh seorang Desainer Grafis dapat meliputi logo bisni, hingga tata letak (layouting) pada laman situs jejaring.

Desainer grafis juga dapat diartikan sebagai komunikator visual yang membuat konsep dengan tangan atau menggunakan perangkat lunak desain grafis khusus. Para Desainer Grafis mengomunikasikan ide untuk menginspirasi, menginformasikan, atau melakukan kampanye persuasif terhadap konsumen melalui bentuk seni fisik dan virtual. Seni virtual ini mencakup gambar, kata, dan grafik yang dibuat semenarik mungkin oleh Desainer Grafis.

Secara umum, Desainer Grafis melakukan komunikasi yang konstan dengan klien atau pelanggan, dan juga dengan Desainer Grafis lainnya untuk memastikan desain merek akurat. Desainer Grafis juga seringkali melakukan kajian terhadap desain-desain terdahulu untuk membandingkan proses pengungkapan informasi dari desainnya agar efektif.

Jika kamu ingin menjadi desainer grafis, ada beberapa langkah mendasar yang perlu dipersiapkan. Misalnya saja seperti, passion, taste, dan mau belajar desain. Kamu bisa belajar mengenal desain lewat buku-buku tentang desain seperti buku Nirmana: elemen-elemen seni dan desain oleh Sadjiman Ebdi Sanyoto.

Selain itu, kamu juga bisa membaca buku Tipografi dalam Desain Grafis oleh Danton Sihombing FFA, dan masih banyak lagi. Kemudian bisa lewat video tutorial desain, dan workshop komunitas desain yang tersebar di berbagai media sosial.

Baca juga: Bagaimana cara mendapatkan UI UX Designer terbaik?

Peran dan tanggung jawab

Peran dan tanggung jawab
Seorang desainer grafis berperan dalam menanggapi permintaan klien dan mengembangkan ide (Sumber: Pexels)

Seperti penjelasan sebelumnya, Desainer Grafis umumnya sering melakukan kolaborasi dalam suatu proyek dengan Desainer Grafis lain. Tak hanya itu, seorang Desainer Grafis juga terbuka untuk layanan komersial seperti dengan spesialis pemasaran digital, animator, web developer, art director, hingga pemrogram komputer. Desainer Grafis juga berkolaborasi dengan seorang penulis untuk desain terkait tekstual dan tata letak konten informatif.

Beberapa tanggung jawab dan peran seorang Desainer Grafis dalam pekerjaannya antara lain adalah sebagai berikut:

  • Bertemu dengan klien untuk menentukan ruang lingkup suatu proyek
  • Memberitahu klien tentang strategi desain grafis dalam menjangkau audiens atau calon konsumen
  • Menentukan pesan yang harus digambarkan atau disampaikan lewat desain
  • Membuat gambar atau visual dengan identifikasi produk dan pesan secara informatif
  • Mengembangkan grafis dan gambar visual dengan audio pada ilustrasi produk, logo, atau situs jejaring
  • Membuat desain baik dengan tangan maupun dengan perangkat lunak (aplikasi)
  • Memilih warna, gambar, gaya teks, dan layouting dengan artistik dan menarik
  • Mempresentasikan desain kepada klien dengan jelas
  • Melakukan revisi atas rekomendasi klien pada desain akhir
  • Meninjau ulang desain untuk mengidentifikasi kesalahan sebelum cetak atau terbit

Baca juga: Mengenal pentingnya tipografi dan aturannya dalam Desain Grafis

Keahlian yang harus dimiliki Desainer Grafis

Keahlian yang harus dimiliki Desainer Grafis
Desainer grafis yang baik diharapkan mampu memadukan elemen-elemen grafis dengan padu dan menarik (Sumber: Pexels)

Seorang Desainer Grafis diharapkan memiliki keahlian mumpuni dalam bidang grafis, terutama dalam menata gambar visual secara artistik. Hal utama dari keahlian seorang Desainer Grafis adalah kemampuan dasar dalam memadukan tiap elemen visual ke dalam kanvas atau media kerja. Tiap elemen visual ini akan digunakan secara bersamaan untuk menciptakan desain yang memiliki dampak visual. 

Adapun beberapa elemen desain grafis yang umum untuk dipadukan adalah sebagai berikut:

  • Warna
  • Form
  • Garis
  • Shape
  • Ukuran (Size)
  • Ruang (Space)
  • Tekstur

Tak hanya itu, seorang Desainer Grafis juga diharapkan memiliki prinsip-prinsip desain tertentu. Prinsip desain ini umumnya adalah seperangkat pedoman yang membantu seorang Desainer Grafis untuk menciptakan komposisi seefektif mungkin. Prinsip desain ini juga membantu Desainer Grafis dalam menciptakan keseimbangan dan stabilitas untuk suatu pekerjaan tertentu. Umumnya, seorang Desainer Grafis memiliki ciri khasnya sendiri, entah itu dalam hal gambar maupun tipografi visual. 

Adapun prinsip-prinsip desain grafis yang umum dipakai meliputi beberapa hal berikut ini:

  • Keseimbangan
  • Kontras
  • Tekanan (emphasis)
  • Movement (pergerakan)
  • Proporsi
  • Ritme

Meski begitu, prinsip-prinsip desain ini pun bersifat fleksibel, sehingga umumnya sah-sah saja jika seorang Desainer Grafis menabrak prinsip-prinsip visual ini untuk menciptakan karya dengan terobosan baru. Kreativitas tidak bisa dipenjara dalam sebuah kekangan yang baku, dan itulah yang kelak menciptakan berbagai ciri khas desain grafis dari tiap-tiap Desainer Grafis secara umum.

Baca juga: 8 Tips jitu membuat portofolio Desain Grafis

Cara menjadi Desainer Grafis yang andal

Cara menjadi Desainer Grafis yang andal
Desainer Grafis yang andal umumnya memiliki taste dan passion dalam berkreasi (Sumber: Pexels)

Setelah mengetahui apa dan bagaimana keahlian yang harus dimiliki oleh seorang Desainer Grafis, maka kini kita harus memahami bagaimana menjadi Desainer Grafis yang andal. Jika kamu ingin menjadi seorang Desainer Grafis, ada beberapa langkah dasar yang perlu disiapkan seperti misalnya passion, taste, dan keinginan untuk terus belajar atau berkembang. 

Kini tersedia berbagai media atau video tentang desain grafis, bahkan tak jarang berbagai komunitas desain grafis membuat workshop desain grafis lewat berbagai media sosial. Selain membaca buku, menonton video tutorial, atau mengikuti workshop, kamu juga bisa mempelajari beberapa cara menjadi Desainer Grafis lewat beberapa hal berikut ini,

Baca juga: Apa saja yang dikerjakan UX writer?

1. Belajar mengenal taste dan menggambar

cara menjadi desainer grafis - EKRUT
Mengenal taste, dan mengulik aplikasi desain dapat membantumu menjadi desainer grafis - EKRUT

Cara menjadi desainer grafis yang pertama adalah belajar mengenal taste dan menggambar. Dalam hal ini kamu tidak perlu harus sampai professional.Setidaknya untuk mencari tahu taste dalam berkarya desain, kamu harus mengenal nirmana, dan unsur-unsurnya. Di mana nirmana adalah ilmu tentang menyusun elemen-elemen visual seperti titik, garis, warna, ruang dan tekstur menjadi satu kesatuan yang harmonis.

2. Belajar menulis

Kemudian kamu harus belajar menulis, karena desainer yang baik adalah komunikator yang baik. Tidak hanya belajar gambar yang kreatif, tetapi desainer juga harus belajar komunikasi. Belajar untuk mengomunikasikan ide dan konsep dengan bahasa yang enak dan menarik.

3. Tentukan spesialisasi desain

Sama halnya seorang dokter, desainer juga memiliki spesialisasi. Misalnya saja, memiliki spesialisasi pada desain iklan, desain user interface website atau mobile app, desain tipografi, atau pun desain icon set. Setelah itu, cobalah kenali semua bidang khusus yang kamu minati. Lalu lihat lagi, mana yang ingin lebih kamu dalami, dan bisa membuat kamu enjoy untuk mempelajari desain grafis.

Baca juga: 6 kunci desain grafik untuk non-desainer

4. Mengulik aplikasi desain

Setelah kamu menentukan spesialisasimu, kamu dapat menentukan aplikasi apa yang nantinya akan kamu gunakan. Misalnya jika kamu ingin menjadi desainer grafis yang bisa membuat logo, iklan, print ad, secara umum kamu bisa menggunakan Adobe Photoshop atau Adobe Illustrator. Jika kamu ingin menjadi desainer yang jago membuat user interface dan user experience sebuah website/mobile app (UI/UX Designer), kamu bisa memulai belajar aplikasi Sketch (untuk pengguna Mac) dan Adobe XD (untuk pengguna Windows).

Jika kamu ingin menjadi editorial designer yaitu, desainer tata letak media penerbitan, kamu bisa belajar Adobe InDesign. Tapi, secara umum untuk mulai belajar aplikasi desain, kamu bisa belajar menggunakan aplikasi Canva. Aplikasi Canva ini bisa pelajari dengan menggunakan telepon genggam, di mana pun dan kapan pun. Canva merupakan sebuah layanan aplikasi daring yang memfasilitasi proses editing grafis, mudah digunakan untuk desainer pemula.

Setelah kamu bisa mengoprasikan aplikasi tersebut, kamu bisa langsung belajar Adobe Photoshop yang dapat dipelajari dari video tutorial desain yang tersebar di YouTube. Lambat laun jika kamu konsisten belajar, kamu pasti lihai dan jago menggunakan aplikasi keluarga besutan Adobe ini.

5. Membuat portfolio desain

cara menjadi desainer grafis - EKRUT
Membuat portfolio dengan rapih, dapat mempermudah kamu dalam memberi contoh hasil kerjamu - EKRUT

Ini merupakan bagian yang tidak kalah penting. Di mana poin ini yang menjadi pembeda antara kamu dengan yang lain. Kamu harus punya sebuah kumpulan portofolio desain, yang tentunya berisikan contoh karya-karya desain orisinal kreasimu. Untuk kamu yang belum sama sekali punya portofolio desain, kamu bisa memulai untuk menawarkan jasa desain gratis ke teman atau organisasi non-profit yang nantinya bisa kamu kumpulkan untuk dijadikan portofolio. Dan kamu juga bisa membuat curriculum vitae dengan gaya desain kamu sendiri.

6. Jangan malu pamerkan portfolio desainmu

Setelah mengetahui beberapa cara menjadi Desainer Grafis di atas, langkah selanjutnya adalah memperlihatkan hasil desainmu. Kamu bisa membagikan karya-karya desain atau portofoliomu via daring. Misalnya saja, kamu bisa sebar di Instagram, atau situs portfolio seperti dribbble, behance, dan kreavi. Selain kamu memiliki portofolio dalam bentuk daring, kamu juga harus mengumpulkan semua karya desainmu menjadi sebuah buku.

Karena dengan kamu bisa menjadikan buku dengan format .pdf atau cetak, nantinya akan memudahkan kamu untuk menunjukkan ke user atau perusahaan tempatmu melamar kerja. Sebagian besar orang sangat menyukai bentuk fisik visual untuk menilai karya orang lain, jadi tidak salah untuk mencetak portofolio desainmu semenarik mungkin.

Baca juga: Ini lho, bedanya UI dan UX

Proyeksi karier Desainer Grafis 2021

Proyeksi karier Desainer Grafis 2021
Branding merupakan salah satu usaha yang membutuhkan keahlian desainer grafis (Sumber: Pexels)

Berikut ini adalah beberapa posisi atau jabatan yang dapat kamu raih dengan keahlian Desainer Grafis di tahun 2021,

  • Creative Director, kamu akan mengelola tim kreatif untuk membuat produk visual untuk branding maupun kampanye promosi komersial
  • Art Director, kamu bisa mengelola dan melakukan koordinasi antara Desainer Grafis di bidang produksi dan ilustrasi untuk membuat proyek sesuai tepat waktu sesuai kepuasan klien
  • Brand Identity Developer, di tengah berkembangnya promosi merek dagang lewat media sosial, kamu bisa menggunakan keahlian desain grafis untuk membentuk identitas brand bagi berbagai perusahaan
  • Logo Designer, logo merupakan salah satu aspek brand designer yang memiliki filosofi dalam jangka waktu lama. Umumnya, desain logo untuk branding membutuhkan presentasi yang kuat oleh seorang Desainer Grafis
  • Web Designer, Desainer Grafis dapat membuat grafik, tata letak, dan mengatur halaman situs jejaring dengan seartistik mungkin
  • Content Developer, seorang Desainer Grafis diharapkan mampu menulis dan membuat tampilan visual, baik video maupun audio, untuk konten multimedia

Kisaran gaji rata-rata untuk seorang Desainer Grafis dengan pengalaman kerja 0-2 tahun adalah Rp 5.090.000.

Baca juga: 10 website provider ikon vektor gratis buat desain

Itulah beberapa cara menjadi desainer grafis yang bisa kamu persiapkan. Berdasarkan pengalaman teman-teman dan desainer EKRUT. Menjadi desainer tidak harus bersekolah desain, yang terpenting adalah memiliki taste dalam berkarya desain, dan lihai berpikir kreatif.

Kalau kata Don Newgren, “Design is intelligence made visible.” di mana desain adalah kelihaian berpikir kreatif yang bisa terlihat secara visual.

Nah, jika kamu sudah merasa siap dan ingin terus mengembangkan kemampuan dan potfoliomu dengan bekerja di perusahaan startup yang menyenangkan atau ternama. Cobalah untuk mendaftarkan dirimu di situs talent marketplace. Dengan begitu, kamu akan lebih mudah untuk ditemukan oleh perusahaan yang cocok. 

sign up EKRUT

Sumber:

  • Quora.com
  • What Is Graphic Design? A Beginner’s Guide to This Creative Career
  • What does a graphic designer do? - CareerExplorer

Tags

Share

Artikel Terkait

pencarian-suara-EKRUT.jpg

Technology

5 Tips kembangkan situs dengan tren pencarian suara

Widyanto Gunadi

21 January 2022
0 min read
cara-mengoptimalkan-media-sosial-EKRUT.jpg

Technology

Catat, ini 6 cara optimalkan media sosial untuk pemasaran

Widyanto Gunadi

21 January 2022
5 min read
data_analytics.png

Technology

Manfaatkan data analytics untuk kembangkan bisnis!

Widyanto Gunadi

21 January 2022
0 min read

Terpopuler Bulan Ini

01

10 Contoh deskripsi diri sendiri yang profesional dan menarik HRD

Maria Tri Handayani

23 September 2021
6 min read
02

Tips menyampaikan kata-kata perpisahan kerja yang berkesan

Maria Tri Handayani

23 September 2021
5 min read
03

6 Cara membalas email panggilan interview dan contohnya

Maria Tri Handayani

23 September 2021
6 min read
04

12 Jenis strategi pemasaran yang paling efektif beserta contohnya

Tsalis Annisa

09 November 2021
5 min read
05

Jawaban interview "ceritakan tentang diri Anda” yang tepat

Maria Tri Handayani

01 December 2021
3 min read