Published on

Technology

Malware game Fortnite palsu merajalela, jangan sampai terjebak!

Maria Yuniar

fortnite_android.jpg

Epic Games belum lama ini mengumumkan rencana kehadiran permainan Fortnite di Android. Sayangnya, permainan ini belum akan tersedia di Google Play Store. Alasannya, Epic Games tak ingin membayar biaya toko aplikasi sebesar 30 persen. Epic Games memang belum memastikan rencana peluncuran game tersebut untuk Android.

Di samping itu, muncul kekhawatiran terhadap Fortnite yang akan dirilis di luar Googe Play Store mengingat selama ini seluruh aplikasi di Play Store sudah melalui uji keamanan untuk mencegah infeksi malware pada perangkat Android. Apalagi, kini mulai marak iklan-iklan maupun permainan Fortnite palsu. Ternyata, malware tersebut sudah merajalela. Apakah kamu pernah menjumpainya juga?

 

Fortnite palsu tersebar di YouTube

Permainan Fortnite palsu ini tersebar melalui tautan yang muncul dalam sebuah video di YouTube. Dalam video tersebut, pengguna bisa melihat cuplikan-cuplikan permainan Fortnite yang seolah sudah hadir untuk perangkat Android. Kemudian, pengguna dikelabui oleh sebuah tautan yang sebenarnya berisi malware.

Bagi pengguna yang tertipu, mereka akan berpikir bahwa mereka sedang dibawa ke halaman unduh game bergenre battle royale ini. Senior Malware Intelligence Analyst dari Malwarebytes, Nathan Collier menjelaskan, jebakan malware melalui aplikasi palsu ini memang terlihat sangat meyakinkan. 

Untuk meyakinkan calon korbannya, aplikasi ini sampai menggunakan logo resmi yang diambil dari iOS. Kemudian, pada bagian loading screen juga terdapat logo Epic Games.

Nathan mengungkapkan, “Untuk membuat aplikasi terlihat meyakinkan, ikon dibuat semirip mungkin. Setelah ditelusuri, ikon tersebut diambil dari Fortnite versi iOS sehingga tampak asli.”

 

Aplikasi berbahaya

Dalam aplikasi palsu tersebut, pengguna akan diarahkan pada halaman pembaruan. Ketika pengguna mengklik tombol tersebut, pengguna akan dialihkan pada halaman lain yang akan membuat mereka mengunduh aplikasi lainnya yang lebih berbahaya.

Modus seperti ini sebenarnya sudah umum terjadi ketika ada suatu aplikasi yang populer. Karena itu, pengguna sebaiknya hanya mengunduh aplikasi dari pengembang terpercaya melalui toko aplikasi resmi seperti Google Play Store atau Apple App Store.

 

Antisipasi

Namun, bila sudah terlanjur mengunduh dan membuka aplikasi palsu sejenis, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi malware pada perangkatmu. Pertama-tama, kamu perlu mematikan jaringan dan masuk ke safe mode. Kemudian, hapus aplikasi yang baru kamu unduh dan kamu curigai sebagai malware. 

Jika sudah, kini kamu perlu menambahkan aplikasi pelindung malware di perangkatmu. Beberapa aplikasi yang bisa kamu coba antara lain 360 Security, Avast Security, dan AVG Antivirus, yang sudah tersedia di Google Play Store.

Dengan mengetahui adanya potensi malware tersebut, semoga kamu tidak terlambat untuk melindungi perangkatmu ya. Yang penting, selalu download aplikasi dari sumber terpercaya.

Sumber:
liputan6.com
kompas.com
digitaltrends.com
epicgames.com

Tags

Share

Artikel Terkait

blockchain_ubah_dunia.png

Technology

Bagaimana cara blockchain mengubah dunia?

Widyanto Gunadi

21 January 2022
0 min read
komputer_baca_emoticon.jpg

Technology

Kini komputer sudah bisa membaca emoticon lho!

Widyanto Gunadi

21 January 2022
0 min read
cyber_institute.jpg

Technology

Pemerintah luncurkan Cyber Institute untuk tawarkan kuliah online

Widyanto Gunadi

21 January 2022
0 min read

Terpopuler Bulan Ini

01

10 Contoh deskripsi diri sendiri yang profesional dan menarik HRD

Maria Tri Handayani

23 September 2021
6 min read
02

Tips menyampaikan kata-kata perpisahan kerja yang berkesan

Maria Tri Handayani

23 September 2021
5 min read
03

6 Cara membalas email panggilan interview dan contohnya

Maria Tri Handayani

23 September 2021
6 min read
04

12 Jenis strategi pemasaran yang paling efektif beserta contohnya

Tsalis Annisa

09 November 2021
5 min read
05

Jawaban interview "ceritakan tentang diri Anda” yang tepat

Maria Tri Handayani

01 December 2021
3 min read