Published on

Technology

Potensi Pertumbuhan E-commerce di Asia Tenggara

Maria Yuniar

Depositphotos_41725103_s-2015.jpg

Dengan jumlah penduduk sebanyak 600 juta, dan berkembangnya masyarakat golongan menengah disertai terpaparnya teknologi Internet yang semakin meningkat, Asia Tenggara seringkali menjadi tujuan investasi e-commerce dunia. Potensi pertumbuhan e-commerce dan startup di Asia Tenggara memang terbilang cukup pesat dan menarik. Hal ini menjadikan investor berminat mengembangkan bisnisnya di Asia kawasan ini. Lalu, seperti apa sih potensi pertumbuhan e-commerce di Asia Tenggara?

 

Economy mobile tercepat

Dalam sehari, berapa lama Anda menggunakan Internet melalui ponsel? Tahukah Anda, rata-rata masyarakat Asia Tenggara menghabiskan sekitar 3,6 jam menggunakan Internet seluler setiap hari? Angka ini adalah yang tertinggi di dunia dan menjadikan Asia Tenggara satu-satunya kawasan dengan statistik unik ini. Di seluruh kawasan, traffic dari desktop hanya mewakili kurang dari 30 persen lalu lintas web. Hal ini menunjukkan pentingnya platform ramah seluler untuk pedagang e-commerce. Potensi ini menjadikan pertumbuhan e-commerce di wilayah Asia Tenggara tergolong cepat.

 

 

Sering belanja online

Rata-rata, orang Asia Tenggara menghabiskan sekitar 140 menit belanja online setiap bulan. Angka tersebut dua kali lipat waktu yang dihabiskan orang Amerika untuk e-niaga. Orang Asia Tenggara juga lebih mungkin melakukan pembelian pada hari kerja daripada pada akhir pekan. Namun, lalu lintas seluler mencapai puncaknya pada akhir pekan. Kondisi ini menunjukkan, konsumen lebih cenderung menjelajahi situs e-commerce dan menemukan produk selama waktu tersebut dan melakukan pembelian pada hari kerja. Tingginya transaksi online shop di kawasan Asia Tenggara ini juga menjadi potensi pertumbuhan e-commerce tersendiri.

 

 

Ragam metode pembayaran

Potensi berikutnya adalah metode pembayaran yang beragam. Karena penetrasi kartu kredit yang rendah di wilayah ini, pemain e-commerce menghadapi tantangan unik tanpa diketahui di dunia Barat. Sebagai konsekuensi dari kekurangan struktural ini, berbagai solusi pembayaran yang jauh lebih beragam telah menjamur di kawasan ini, yaitu:

  1. Cash on delivery atau COD ditawarkan lebih dari 80 persen pemain e-commerce di Vietnam dan Filipina.
  2. Metode transfer bank populer di Indonesia (94 persen), Vietnam (86 persen), dan Thailand (79 persen).
  3. Hampir 50 persen pedagang menawarkan poin offline penjualan di Thailand dan Vietnam.
  4. Pembayaran angsuran terbukti sangat populer (dan semakin meningkat) di Vietnam (47 persen) dan Indonesia (42 persen).

 

 

Dengan demikian, pertumbuhan bisnis e-commerce di Asia Tenggara memang memiliki banyak potensi. Apakah Anda sekarang tertarik bergabung untuk menjadi pegiat startup e-commerce?

 

Rekomendasi bacaan:
Cara punya rumah dengan gaji di bawah Rp 10 juta
Disney beli 21st Century Fox,  Netflix terancam
Berapa persen gaji Anda yang sebaiknya ditabung?

 

Sumber:
techinasia.com
kumparan.com
media.iyaa.com
metrotvnews.com
 

Tags

Share

Artikel Terkait

airport-687256__340.jpg

Technology

Apakah teknologi kripto bisa bereskan masalah penerbangan?

Widyanto Gunadi

20 January 2022
4 min read
bitcoin-3089728__340.jpg

Technology

Kenali 3 tipe trader ini di pasar cryptocurrency

Maria Yuniar

20 January 2022
4 min read
interaction-1233873__340.jpg

Technology

YouTube disusupi iklan penambang Cryptocurrency

Maria Yuniar

20 January 2022
4 min read

Terpopuler Bulan Ini

01

10 Contoh deskripsi diri sendiri yang profesional dan menarik HRD

Maria Tri Handayani

23 September 2021
6 min read
02

Tips menyampaikan kata-kata perpisahan kerja yang berkesan

Maria Tri Handayani

23 September 2021
5 min read
03

6 Cara membalas email panggilan interview dan contohnya

Maria Tri Handayani

23 September 2021
6 min read
04

12 Jenis strategi pemasaran yang paling efektif beserta contohnya

Tsalis Annisa

09 November 2021
5 min read
05

Jawaban interview "ceritakan tentang diri Anda” yang tepat

Maria Tri Handayani

01 December 2021
3 min read