Published on

startup

Raih pendanaan Rp 277 miliar, EV Hive bidik seratus lokasi

Widyanto Gunadi

ev_hive.jpg

Startup co-working space EV Hive meraih pendanaan Seri A. Nilainya US$ 20 juta, atau sekitar Rp 277 miliar. Siapa saja ya, yang menjadi investor? Lalu, EV Hive akan memanfaatkan investasi tersebut untuk apa saja?

 

Tiga investor baru

Pada 5 Juni 2018, EV Hive menyatakan telah mendapatkan pendanaan Seri A. Sebelumnya pada September 2017, co-working space ini meraih investasi Pra Seri A sebesar Rp 46 miliar, yang dipimpin Insignia Venture Partners, dan diikuti East Ventures, SMDV, Sinar Mas Land, Intudo Ventures, serta Pandu Sjahrir.

Sementara itu, EV Hive kedatangan beberapa investor baru kali ini, yaitu Naver, LINE Ventures, dan STIC Investments. Para investor terdahulu pun masih ingin mengucurkan dana. Namun untuk pendanaan Seri A, EV juga meraih sokongan dari dua angel investor, yaitu Michael Widjaya dan Chris Angkasa. 

 

Targetkan 100 lokasi

Dengan uang sebanyak itu, rencana bisnis apa yang dimiliki EV Hive? Co-working Space ini ingin memanfaatkan dana itu untuk ekspansi ke seratus lokasi di Indonesia, Vietnam, Filipina, serta Thailand di tahun 2022. Sekarang EV Hive sedang membangun delapan co-working space di Tanah Air, setelah beroperasi di 21 lokasi.

Seperti dilansir techcrunch.com, CEO EV Hive Carlson Lau menyampaikan, untuk tahun depan, startup tersebut ingin merambah ke 20 lokasi baru. Fokusnya di Jakarta dan Medan, Sumatra Utara. 

Bagi Lau, Indonesia menawarkan potensi yang begitu besar dan belum tersentuh. Ia membidik sepuluh kota dengan jumlah penduduk lebih dari dua juta orang. 

 

Luncurkan bisnis baru

EV Hive mengklaim telah mempunyai tiga ribu pengguna aktif. Saat ini, mereka pun sudah meluncurkan sejumlah lini bisnis baru, yaitu layanan berbagi tempat tinggal atau co-living, toko, dan gudang.

Sebagai startup co-working space, EV Hive berhadapan dengan para pesaing yang jumlahnya terus bertambah di dalam negeri. Ada Freeware Spaces, ReWork yang telah bergabung dengan CoWork, serta Kolega. Sementara itu, WeWork dan UnionSpace pun menjadi kompetitor yang berasal dari luar negeri.

Di Indonesia sendiri, telah muncul cukup banyak pemain co-working space baik yang berasal dari dalam negeri seperti Freeware Spaces, Kolega, dan ReWork yang telah bergabung dengan GoWork, serta yang berasal dari luar negeri seperti WeWork dan UnionSpace.

Sumber:
techcrunch.com
techinasia.com
techinasia.com
evhive.co

Tags

Share

Apakah Kamu Sedang Mencari Pekerjaan?

    Already have an account? Login

    Artikel Terkait

    H1_Bootstrapping.jpg

    startup

    Bootstrapping Adalah: Tahapan, Keuntungan, dan Kekurangannya

    Algonz D.B. Raharja

    04 August 2022
    6 min read
    H1_(4)_(1).jpg

    startup

    Apa Itu Decacorn? Berikut Informasi Lengkapnya beserta Bedanya dengan Unicorn dan Hectocorn!

    Gloria Renatha

    10 June 2022
    5 min read
    H1_1._Startup_Adalah_Definisi__Cara_Kerja__Kelebihan-Kekurangan__dan_6_Tipe_Perusahaannya.jpg

    startup

    Startup Adalah: Definisi, Cara Kerja, Kelebihan-Kekurangan, dan 6 Tipe Perusahaannya

    Anisa Sekarningrum

    28 April 2022
    5 min read

    Video