Published on

Technology

Waspadai malware baru, yang serang Windows demi crypto

Maria Yuniar

matrix-2503236__340.jpg

Ketika suatu komoditas sampai pada titik ketenarannya, ada saja orang-orang tak bertanggung jawab yang mencari jalan untuk memperkaya diri. Di dunia maya, para peretas telah menemukan cara untuk memantau sekitar 2,3 juta akun mata uang digital bernilai tinggi dengan mengganti alamat situs pada clipboard dengan alamat situs peretas.

Dengan kata lain, Anda bisa juga menempelkan alamat akun mata uang digital Anda untuk diklik orang lain dan malware akan mentransfer uang dari akun orang lain tadi ke dompet Anda.

Peneliti keamanan di BleepingComputer telah menemukan kejadian-kejadian serupa ketika para peretas memantau akun mata uang digital yang berharga dan mencoba mengambil uang mereka tanpa mereka sadari saat sedang memasuki akun.

 

CryptoCurrency Clipboard Hijackers

Founder dan ilmuwan komputer forensik di Bleeping Computer, Lawrence Abrahams, menjelaskan, “Tipe malware ini disebut sebagai CryptoCurrency Clipboard Hijackers yang bekerja dengan memantau Windows clipboard untuk menemukan alamat situs mata uang digital. Bila ditemukan satu alamat situs, malware ini akan menggantinya dengan alamat situs lain yang mirip dan dapat dikendalikan oleh peretasnya.”

Versi terakhir dari malware jenis ini diketahui bernama “All-Radio 4.27 Portable”. Memang ada program yang bernama sama. Namun, oleh peretasnya, program ini dimasukkan kode yang membuatnya menjadi malware untuk mengelabui pengguna. Setelah program ini di-install, sebuah file DLL bernama d3dx11_31.dll akan terunduh ke Windows Temp bersama file lain bernama DirectX 11.

 

Dijalankan secara masif

Malware seperti ini dijalankan secara masif. Dengan ukuran file sekitar 83 MB, malware berkamuflase sebagai file Direct X Service yang biasa terdapat pada Windows. Padahal, di dalam file tersebut, terdapat 2,5 juta baris teks berisi data Bitcoin. Laporan terbaru menyebutkan bahwa keuntungan yang diperoleh para peretas dari teknik ini telah meningkat hingga 4.000 persen dari tahun 2017. 

Beberapa perangkat lunak penangkal virus kini sudah mengidentifikasi DLL sebagai file yang berbahaya. Anda pun harus rajin memperbarui perangkat lunak penangkal virus Anda untuk mencegah terjadinya kasus serupa. Namun, menggunakan perangkat lunak hanya merupakan bagian dari langkah pencegahan. 

Satu-satunya cara yang paling aman agar uang digital Anda tak dibawa kabur oleh orang lain di dunia maya adalah dengan mengecek alamat situs yang akan Anda klik ketika sedang menggunakan layanan mata uang digital. Jangan sampai Anda mengklik alamat situs yang sudah digandakan atau diganti dengan alamat situs palsu.

 

Tanpa pertanda

Karena malware serupa akan berjalan di Windows tanpa ada tanda-tanda bahwa malware tersebut sedang berjalan. Komputer Anda tak mati, tak ada gambar atau teks aneh. Namun dalam sekejap, uang Anda sudah tak ada di tempatnya.

Sebaiknya Anda semakin berhati-hati ya. Jangan sampai Anda menjadi korban CryptoCurrency Clipboard Hijackers.

 

Sumber:
techcrunch.com
newsbtc.com
coingeek.com
 

Tags

Share

Artikel Terkait

airport-687256__340.jpg

Technology

Apakah teknologi kripto bisa bereskan masalah penerbangan?

Widyanto Gunadi

20 January 2022
4 min read
bitcoin-3089728__340.jpg

Technology

Kenali 3 tipe trader ini di pasar cryptocurrency

Maria Yuniar

20 January 2022
4 min read
interaction-1233873__340.jpg

Technology

YouTube disusupi iklan penambang Cryptocurrency

Maria Yuniar

20 January 2022
4 min read

Terpopuler Bulan Ini

01

10 Contoh deskripsi diri sendiri yang profesional dan menarik HRD

Maria Tri Handayani

23 September 2021
6 min read
02

Tips menyampaikan kata-kata perpisahan kerja yang berkesan

Maria Tri Handayani

23 September 2021
5 min read
03

6 Cara membalas email panggilan interview dan contohnya

Maria Tri Handayani

23 September 2021
6 min read
04

12 Jenis strategi pemasaran yang paling efektif beserta contohnya

Tsalis Annisa

09 November 2021
5 min read
05

Jawaban interview "ceritakan tentang diri Anda” yang tepat

Maria Tri Handayani

01 December 2021
3 min read